Structured English, Pseudocode Tabel Keputusan & PohonKeputusan

Structured English ( SE ) & Pseudocode
Tabel Keputusan & PohonKeputusan
Hierarchy Plus Input-Process-Output (HIPO)

Kelompok VI
Disusun oleh :

1. Daud 2011 4350 1419
2. Ahmad Farid 2011 4350 1448
3. PamungkasP urbo Setyawan 2011 4350 1424

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS FTMIPA
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAKARTA
2012

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah Penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah Memberikan Rahmat dan Hidayahnya Kepada penulis, Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan Judul “Structured English ( SE ) & Pseudocode, Tabel Keputusan & PohonKeputusan, Hierarchy Plus Input-Process-Output (HIPO)” .

Dalam penulisan makalah ini tidak sedikit bantuan yang penulis peroleh dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Nahot Frastian S.Kom Selaku dosen Mata kuliah Sistem Informasi yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam penyusunan makalah ini.

Kami sebagai penulis makalah ini menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kami selaku penyusun dan penulis makalah ini pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya sebagai referensi tambahan di bidang ilmu Sistem Informasi.

Jakarta,

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB.I. PENDAHULUAN ………………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………… 2
1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………. 2
1.4 Manfaat Penulisan ……………………………………………………… 2
1.5 Metode Penulisan ……………………………………………………… 3
1.6 Sistematika Penulisan …………………………………………………. 3
BAB.II. PEMBAHASAN …………………………………………………………. 5
2.1 Structured English ( SE ) & Pseudocode ……………………………… 4
2.1.1 Pengertian Structured English ( SE ) & Pseudocode ……….. 4
2.1.2 Struktur penulisan program ………………………………….. 4
2.2 Tabel Keputusan & Pohon Keputusan ………………………………… 5
2.2.1 Tabel Keputusan ……………………………………………. 5
2.2.2 Pohon Keputusan ……………………………………………. 7
2.3 Structure Chart ………………………………………………………… 9
2.4 Hierarchy Plus Input-Process-Output (HIPO) …………………………. 14
BAB.II. KESIMPULAN & SARAN ………………………………………………. 17
1.1 Kesimpulan …………………………………………………………. 17
1.2 Saran ………………………………………………………………… 17
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Algoritma merupakan pola pikir terstruktur yang berisi tahap‐tahap penyelesaian masalah. Dalam tahap‐tahap tersebut dapat digunakan dengan teknik tulisan dan gambar.Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan biasanya menggunakan metode structure English,struktur Indonesia dan pseudocode. Dalam penyajian dengan gambar dapat menggunakan metode structure chart,hierarchy plus input process output dan flowchart.
Structured English (SE) merupakan alat yang cukup efisien untuk menggambarkan suatu algoritma.Basis dari structured English adalah bahasa Inggris sedangkan Struktur Indonesia (SI) berbasis pada bahasa Indonesia.
Pseudocode berasal dari kata pseudo (mirip) dan code (kode).Pseudocode merupakan salah satu metode menuliskan algoritma yang mirip dengan kode pemrograman yang sebenarnya. Pseudocode berbasis pada bahasa pemrograman yang sesungguhnya, seperti COBOl, FORTRAN,C atau Pascal, sehingga lebih tepat digunakan untuk menggambarkan algoritma yang akan dikomunikasikan kepada programmer.
Tabel keputusan adalah tabel yang digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan logika di dalam program. Algoritma yang berisi keputusan bertingkat yang banyak sekali sangat sulit untuk digambarkan langsung dengan structured English atau pseudocode.
Pohon keputusan merupakan metode klasifikasi dan prediksi yang sangat kuat dan terkenal. Metode pohon keputusan mengubah fakta yang sangat besar menjadi pohon keputusan yang sangat merepresentasikan aturan. Aturan dapat dengan mudah dipahami dengan bahasa alami. Dan mereka juga dapat diekspresikan dalam bentuk bahasa basis data seperti Structured Query language untuk mencari record pada kategori tertentu

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk menganalisis serta memaparkan makalah ini dengan judul: “Structured English ( SE ) & Pseudocode, Tabel Keputusan & Pohon Keputusan, Hierarchy Plus Input-Process-Output (HIPO)”.

1.2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas dan untuk memudahkan pembahasan serta pencapaian sasaran yang tepat, maka pokok permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan Structured English ( SE ) &Pseudocode?
2. Apakah yang dimaksud dengan Struktur Tabel Keputusan & Pohon Keputusan?
3. Apakah yang dimaksud dengan Hierarchy Plus Input-Process-Output (HIPO)?
4. Bagaimana Model Penulisan Structured English?
5. Bagaimana bentuk danStruktur Tabel Keputusan & Pohon Keputusan?

1.3. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari Penulisan makalah dengan judul “Structured English ( SE ) & Pseudocode, Tabel Keputusan & Pohon Keputusan, Hierarchy Plus Input-Process-Output (HIPO)”adalah sebagai berikut :
1. Mendefinisikan secara terperinci yang dimaksud dengan Structured English ( SE ) & Pseudocode.
2. Mendefinisikan secara terperinci yang dimaksud dengan Struktur Tabel Keputusan & Pohon Keputusan.
3. Mendefinisikan secara terperinci yang dimaksud dengan Hierarchy Plus Input-Process-Output (HIPO).
4. Menjelaskan tentang Model Penulisan Structured English.
5. Menjelaskan bentuk dan Struktur Tabel Keputusan & Pohon Keputusan.

1.4. MANFAAT PENULISAN
Adapun Manfaat dari Penulisan makalah ini adalah:
Hasil penulisan makalah ini dapat digunakan sebagai wahana pengembangan informasi mengenai “Structured English ( SE ) & Pseudocode, Tabel Keputusan & Pohon Keputusan, Hierarchy Plus Input-Process-Output (HIPO)”dalam penelitian yang akan datang dan sebagai buku panduan pendalaman materi dalam kehidupan bermasyarakat.

1.5. METODE PENULISAN
I. Penelitian Kepustakaan
Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisa data yang bersumber dari buku buku yang masih ada kaitannya dengan penulisan makalah ini.
II. Pangambilan bahan melalui Internet
Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mencari lewat Web atau situs on-line, tentang materi materi yang berhubungan dengan tema yang dibahas dalam makalah ini.

1.6. SISTEMATIKA PENULISAN
Dalam penulisan makalah ini, penulis membahas secara bertahap bab demi bab untuk mempermudah permasalahan. Penulisan terbagi menjadi 3 bab dan diakhiri dengan daftar pustaka , dengan rincian sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN:
Menguraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan dan kegunaan penulisan serta diakhiri dengan sistematika penulisan.
BAB II PEMBAHASAN MATERI:
Bab ini menguraikan dan menjelaskan masalah secara terperinci sesuai dengan tema dan judul dari makalah ini.
BAB III KESIMPULAN & PENUTUP:
Penutup mengenai kesimpulan atas analisa dan pebahasan serta saran yang diperlukan berdasarkan hasil ari beberapa kali dilakukannya pencarian dan pengkajian materi.
DAFTAR PUSTAKA

BAB. II
PEMBAHASAN

2.1. Structured English ( SE ) & Pseudocode
2.1.1. Pengertian Structured English ( SE ) & Pseudocode
Structured English (SE) merupakan alat yang cukup efisien untuk menggambarkan suatu algoritma.Basis dari structured English adalah bahasa Inggris sedangkan Struktur Indonesia (SI) berbasis pada bahasa Indonesia.
Pseudocode berasal dari kata pseudo (mirip) dan code (kode).Pseudocode merupakan salah satu metode menuliskan algoritma yang mirip dengan kode pemrograman yang sebenarnya. Pseudocode berbasis pada bahasa pemrograman yang sesungguhnya, seperti COBOl, FORTRAN,C atau Pascal, sehingga lebih tepat digunakan untuk menggambarkan algoritma yang akan dikomunikasikan kepada programmer.

2.1.2. Struktur penulisan program
1. Struktur urut

Contoh struktur urut
‐untuk SI :
Baca data Jamkerja
Hitung Gaji adalah Jamkerja
dikalikan Tarip
Tampilkan Gaji
‐ untuk pseudocode :
Baca data Jam¬kerja dari keyboard Read Jam¬kerja
Hitung Gaji = Jam¬kerja * Tarip Let Gaji = Jam¬kerja * Tarip
Tampilkan Gaji di monitor Print Gaji

2. Struktur Keputusan Contoh struktur keputusan : Struktur If‐Then
untuk SI :
If Nilai lebih besar dari 60 Then tambah 1 ke Lulus
untuk pseudocode :
If Nilai > 60 Then
Lulus = Lulus + 1
Endif

2. Struktur Iterasi (Perulangan)
Contoh struktur Iterasi : Struktur For
untuk SI :
Baca Jumlah¬barang
Untuk masing¬masing barang
Baca data Nilai¬penjualan (Unit dan Harga)
Hitung Nilai¬barang yaitu Unit dikalikan Harga
Tampilkan dalam satu baris hasilnya
Hitung Jumlah
Tampilkan nilai Jumlah

untuk pseudocode :
Jumlah = 0 10 JUMLAH = 0
Baca Jumlah¬barang dari monitor 20 INPUT JUMLAHBARANG
Do I = 1 to Jumlah¬barang 30 FOR I = 1 TO JUMLAHBARANG
Read data Unit dan Harga dari monitor 40 INPUT UNIT,HARGA
Nilai¬barang = Unit * Harga 50 NILAIBARANG=UNIT*HARGA
Tampilkan baris laporan di printer 60 LPRINT UNIT, HARGA,
Jumlah = jumlah + Nilai¬barang NILAIBARANG
Enddo 70 JUMLAH = JUMLAH +
Tampilkan Jumlah di printer NILAIBARANG
80 NEXT I
90 RINT “JUMLAH PENJUALAN =”; JUMLAH

2.1 Tabel Keputusan & Pohon Keputusan
2.2.1. Tabel Keputusan
A. Pengertian Tabel Keputusan
Tabel keputusan adalah tabel yang digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan logika di dalam program. Algoritma yang berisi keputusan bertingkat yang banyak sekali sangat sulit untuk digambarkan langsung dengan structured English atau pseudocode.Untuk hal tersebut dapat digunakan tabel keputusan.

B. Struktur Tabel Keputusan
Struktur dari tabel keputusan terdiri dari empat bagian utama yaitu condition stub,condition entry,action stub dan action entry. Bagan dari table keputusan terlihat seperti dalam gambar berikut ini :
Gambar Struktur Tabel Keputusan
Keterangan:
Condition Stub berisi kondisi‐kondisi yang akan diseleksi.
Condition entry berisi kemungkinan‐kemungkinan dari kondisi yang diseleksi yaitu terpenuhi (diberi simbol “Y”) dan tidak terpenuhi (diberi simbol “T”).Setiap kondisi yang diseleksi akan mempunyai dua kemungkinan kejadian yaitu terpenuhi dan tidak terpenuhi.Bila ada n kondisi yang akan diseleksi maka akan terdapat N kemungkinan kejadian yaitu sebesar N = 2 n.
Action stub berisi pernyataan‐pernyataan yang akan dikerjakan baik kondisi yang diseleksi terpenuhi maupun tidak terpenuhi.
Action entry digunakan untuk memberi tanda tindakan mana yang akan dilakukan dan mana yang tidak akan dilakukan.
C. Contoh Soal
Jika unit yang dipesan untuk suatu barang tertentu sama atau melebihi jumlah minimum untuk mendapatkan potongan dan pemesannya adalah dealer, maka akan mendaparkan potongan, sebaliknya bila unit yang dipesan kurang dari unit minimum untuk mendapatkan potongan, walaupun yang membeli dealer, maka tidak akan mendapat potongan. Bila unit barang persediaan di gudang tidak mencukupi, maka yang dikirim adalah unit yang ada dan kemudian dibuatkan catatan kekurangannya (Backorder).Kalau unit persediaan mencukupi maka semua pesanan dikirim.
Jawab:

2.2.2. Pohon Keputusan
A. Pengertian Tabel Keputusan
Pohon keputusan merupakan metode klasifikasi dan prediksi yang sangat kuat dan terkenal. Metode pohon keputusan mengubah fakta yang sangat besar menjadi pohon keputusan yang sangat merepresentasikan aturan. Aturan dapat dengan mudah dipahami dengan bahasa alami. Dan mereka juga dapat diekspresikan dalam bentuk bahasa basis data seperti Structured Query language untuk mencari record pada kategori tertentu.
Pohon keputusan juga berguna untuk mengeksplorasi data, menemukan hubungan tersembunyi antara sejumlah calon variabel input dengan sebuah variabel target. Karena pohon keputusan memadukan antara eksplorasi data dan pemodelan, dia sangat bagus sebagai langkah awal dalam proses pemodelan bahkan ketika dijadikan sebagai model akhir dari beberapa tehnik lain.
Data dalam pohon keputusan biasanya dinyatakan dalam bentuk tabel dengan atribut dan record. Atribut menyatakan suatu parameter yang dibuat sebagai kriteria dalam pembentukan pohon. Misalkan untuk menentukan main tenis, kriteria yang diperhatikan adalah cuaca, angin, dan temperatur. Salah satu atribut merupakan atribut yang menyatakan data solusi per item data yang disebut target atribut. Atribut memiliki nilai-nilai yang dinamakan dengan instance.
Proses pada pohon keputusan adalah mengubah bentuk data (tabel) menjadi model pohon, mengubah model pohon menjadi rule, dan menyederhanakan rule.
B. Kelebihan Pohon Keputusan
• Daerah pengambilan keputusan yang sebelumnya kompleks dan sangat global, dapat diubah menjadi lebih simpel dan spesifik.
• Eliminasi perhitungan-perhitungan yang tidak diperlukan, karena ketika menggunakan metode pohon keputusan maka sample diuji hanya berdasarkan kriteria atau kelas tertentu.
• Fleksibel untuk memilih fitur dari internal node yang berbeda, fitur yang terpilih akan membedakan suatu kriteria dibandingkan kriteria yang lain dalam node yang sama. Kefleksibelan metode pohon keputusan ini meningkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan jika dibandingkan ketika menggunakan metode penghitungan satu tahap yang lebih konvensional
• Dalam analisis multivariat, dengan kriteria dan kelas yang jumlahnya sangat banyak, seorang penguji biasanya perlu untuk mengestimasikan baik itu distribusi dimensi tinggi ataupun parameter tertentu dari distribusi kelas tersebut. Metode pohon keputusan dapat menghindari munculnya permasalahan ini dengan menggunakan criteria yang jumlahnya lebih sedikit pada setiap node internal tanpa banyak mengurangi kualitas keputusan yang dihasilkan.
C. Kekurangan Pohon Keputusan
• Terjadi overlap terutama ketika kelas-kelas dan criteria yang digunakan jumlahnya sangat banyak. Hal tersebut juga dapat menyebabkan meningkatnya waktu pengambilan keputusan dan jumlah memori yang diperlukan.
• Pengakumulasian jumlah eror dari setiap tingkat dalam sebuah pohon keputusan yang besar.
• Kesulitan dalam mendesain pohon keputusan yang optimal.
• Hasil kualitas keputusan yang didapatkan dari metode pohon keputusan sangat tergantung pada bagaimana pohon tersebut didesain.

2.3. Structure Chart
Fungsi dari Structure Chart digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan dari sistem secara berjenjang dalam bentuk modul dan sub modul. Structure Chart juga menunjukkan hubungan elemen data dan elemen kontrol serta hubungan antar modulnya, sehingga Structure Chart dapat memberikan penjelasan yang lengkap dari sistem dipandang dari elemen data, elemen kontrol, modul dan hubungan antar modulnya.
Dalam menggambarkan struktur organisasi sistem secara berjenjang digunakan beberapa macam simbol.Simbol‐simbol ini merupakan simbol‐simbol standar yang paling banyak digunakan.
Disamping simbol‐simbol standar tersebut, pemrogram juga dapat menambah khasanah simbol yang akan digunakan dalam penggambaran tersebut, tetapi pemrogram juga harus memberi penjelasan tentang maksud dari simbol yang dibuat tersebut dalam bentuk kamus simbol. Namun demikian sebaiknya pemrogram menggunakan simbol‐simbol standar untuk menggambarkan struktur sistem tersebut agar mudah dipahami oleh pemrogram lain

Contoh penggunaan simbol‐simbol pada structure chart dalam menggambarkan struktur suatu sistem.

Structure Chart memiliki dua model penggambaran sistem, yaitu TransformesCentered dan Transaction‐Centered
a. Transformed‐Centered Structure Chart dengan model Transformed Centered menggambarkan sistem dalam cabang utama, yaitu :
• Cabang Input yang merupakan cabang yang akan menerima input dan menentukan status input untuk siap di proses
• Cabang Proses yang merupakan cabang yang akan melakukan fungsi utama dari sistem, yaitu memproses input yang dikirim dari cabang input
• Cabang Output, merupakan cabang yang akan memformat data menjadi output

b. Transaction‐Centered

2.4. Hierarchy Plus Input-Process-Output (HIPO)

Merupakan alat dokumentasi program yang dikembangkan dan didukung oleh IBM. Tetapi kini HIPO juga telah digunakan sebagai alat bantu untuk merancang dan mendokumentasikan siklus pengembangan system. HIPO berbasis pada fungsi yaitu tiap¬tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya
HIPO telah dirancang dan dikembangkan secara khusus untuk menggambarkan suatu struktur bertingkat guna memahami fungsi‐fungsi dari modul‐modul suatu sistem, dan HIPO juga dirancang untuk menggambarkan modul‐modul yang harus diselesaikan oleh pemrogram. HIPO tidak dipakai untuk menunjukkan instruksi‐instruksi program yang akan digunakan, disamping itu HIPO menyediakan penjelasan yang lengkap dari input yang akan digunakan, proses yang akan dilakukan serta output yang diinginkan.
HIPO menggunakan tiga macam diagram untuk masing‐masing tingkatannya, yaitu sebagai berikut :
a. Visual Table of Content (VTOC)
Diagram yang menggambarkan hubungan dari fungsi‐fungsi di sistem secara berjenjang.

Gambar di atas menunjukkan terdapat tujuh buah fungsi di dalam sistem. Fungsi dengan nomor 1.0,2.0 dan 3.0 merupakan tingkatan yang tertinggi. Fungsi 2.1 dan 2.2 merupakan fungsi di bawah fungsi 2.0 dan fungsi 2.2.1 dan 2.2.2 merupakan fungsi di bawah fungsi 2.2.

Contoh VTOC suatu sistem penjualan kredit :

b. Overview Diagrams
Overview diagrams menunjukkan secara garis besar hubungan dari input,proses dan output. Bagian input menunjukkan item‐item data yang akan digunakan oleh bagian proses. Bagian proses berisi sejumlah langkah‐langkah yang menggambarkan kerja dari fungsi. Bagian output berisi dengan item‐item data yang dihasilkan atau dimodifikasi oleh langkah‐langkah proses.
Input Proses Output

c. Detail Diagrams
Diagram Rinci/ Detail Diagram yaitu suatu seri diagram fungsional dan masing masing diagram dihubungkan dengan sebuah sub-fungsi sistem. Diagram rinci merupakan diagram yang paling rendah dalam diagram yang terdapat dalam paket HIPO. Diagram rinci berisi unsur-unsur paket dasar. Fungsi dari diagram ini adalah menjelaskan fungsi-fungsi khusus, menunjukan item-item output dan input yang khusus dan menunjukan diagram rinci lainnya.

Gambar : Detail Diagram

Gambar : Detail Diagram

BAB. III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Structured English (SE) merupakan alat yang cukup efisien untuk menggambarkan suatu algoritma.Basis dari structured English adalah bahasa Inggris sedangkan Struktur Indonesia (SI) berbasis pada bahasa Indonesia.
Pseudocode berasal dari kata pseudo (mirip) dan code (kode).Pseudocode merupakan salah satu metode menuliskan algoritma yang mirip dengan kode pemrograman yang sebenarnya. Pseudocode berbasis pada bahasa pemrograman yang sesungguhnya, seperti COBOl, FORTRAN,C atau Pascal, sehingga lebih tepat digunakan untuk menggambarkan algoritma yang akan dikomunikasikan kepada programmer.
Tabel keputusan adalah tabel yang digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan logika di dalam program. Algoritma yang berisi keputusan bertingkat yang banyak sekali sangat sulit untuk digambarkan langsung dengan structured English atau pseudocode.
Pohon keputusan merupakan metode klasifikasi dan prediksi yang sangat kuat dan terkenal. Metode pohon keputusan mengubah fakta yang sangat besar menjadi pohon keputusan yang sangat merepresentasikan aturan. Aturan dapat dengan mudah dipahami dengan bahasa alami. Dan mereka juga dapat diekspresikan dalam bentuk bahasa basis data seperti Structured Query language untuk mencari record pada kategori tertentu.

3.2 SARAN
Penyusunan makalah ini jauh dari kata kesempurnaan dan penuh dengan keterbatasan yang diharapkan dapat diperbaiki untuk penyusunan makalah selanjutnya. Mudah mudahan makalah ini dapat berguna bagi penyusun maupun bagi para pembaca. Segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demu penyempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

1. Laudon, Keneth C.2004.Sistem Informasi.Andi:Yogyakarta
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem
3. http://abstraksi-ta.fti.itb.ac.id/?abstraksi=1&details=1&id=15&tahun=2005
4. http://www.portalhr.com/tips/2id20.html
5. http://www.google.com
6. Jogiyanto. Sistem Teknologi Informasi. Andi, Yogyakarta :249 – 257.
7. http://vellyajah.blogspot.com/2008/09/sistem-informasi.html
8. http://yodisetyawan.wordpress.com/2008/05/02/sistem-informasi.
10. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem
11. http://antordo.blogspot.com/2009/10/sistem-informasi.html
12. http://dinkesbonebolango.org/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=215
13. http://www.ardy.biz/2010/11/sistem-informasi.html

Kalo ada yang mau Download,
sedot disini…
Makalah Tugas SIMAKALAH
SISTEM INFORMASI

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: