Structure Chart & Diagram Warnier Orr

Sistem Informasi

Kelompok 5
Disusun oleh :

1. WAHYU DIANTO 201143501478
2. NASRULLAH 201143501500
3.SLAMET RIYADI 201143501474

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS FTMIPA
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAKARTA

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami ucapkan puji syukur atas rahmat ALLAH SWT karena berkat ridho-NYA kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan selesai tepat pada waktunya.Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada dosen sistem informasi yang telah membimbing kami dalam pengerjaan tugas makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman kami yang selalu setia membantu kami dalam hal mengumpulkan data-data dalam pembuatan makalah ini.
Kami sebagai penyusun makalah ini menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kami selaku penyusun dan penulis makalah ini pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya sebagai referensi tambahan di bidang ilmu Sistem Informasi.

Jakarta, Oktober 2012

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………….. 1
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………… 2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….. 3
BAB.I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………… 5
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………….. 5
1.3 Tujuan Makalah…………………………………………………………. 6
BAB.II. PEMBAHASAN
2.1 Pengenalan Structure Chart…………………………………………
2.2 Komponen Structure Chart………………………………………..
2.3. Model Bagan Terstruktur………………………………..
2.3.1 Transformed-Centered………………………………..
2.3.2 Transaction-Centered…………………………………………..
2.4. Lexical Inclusion……………………………………………………..
BAB.III. PEMBAHASAN
3.1 Diagram Warnier Orr (W/O)…………………………………………
3.2 Operator dalam W/O………………………………………………..
3.3. Struktur Data yang Menggunakan W/O………………..
3.3.1 Sequential…………………………………………
3.3.2 Repetisi……………………………………………….
3.3.3 Seleksi …………………………………………………………
3.4. Struktur Proses Program menggunakan W/O……………………………….. 3.4.1Sequential…………………………………………………
3.4.2 Repetisi…………………………………………………………
3.4.3 Seleksi……………………………………………………………
3.5 Contoh Penyajian sistem dalam Diagram W/O………………………
3.6 Diagram Jackson ……………………………………………………….
3.6.1 Notasi untuk Komponen Hirarki dalam Notasi Jackson……………..
3.6.1.1 Notasi Grafik……………………………………………….
3.6.1.2 Notasi Non Grafik………………………………………………………..
3.6.2 Komponen Hirarki dalam Notasi Jackson………………………………….
3.6.2.1 Deret……………………………………………………………
3.6.2.2 Iterasi……………………………………………………………..
3.6.2.3 Seleksi……………………………………………………
BAB.III. PENUTUP
4.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………….

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi dan teknologi komunikasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi.
Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat pertukaran pikiran. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e- seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
EVOLUSI EKONOMI GLOBAL 1. Ekonomi Agraris, sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling dominant. 2. Ekonomi Industri , sesudah terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang paling penting. 3. Ekonomi Informasi, saat ini, manusia cenderung menduduki tempat sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused). Dalam hal ini telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.
Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri. Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village”. Sehingga sering kita dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead”, yang makin lama makin nyata kebenarannya. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.

1.2. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan Structure Chart ?
2. Komponen – Komponen apakah yang terdapat dalam Structure Chart ?
3. Bagaimanakah model Structure Chart (Bagan Terstruktur) ?
4. Apakah yang dimaksud dengan Lexical Inclusion?
5. Apakah yang dimaksud dengan Diagram Warnier Orr ?
6. Operator yang digunakan pada Diagram Warnier Orr ?
7. Jelaskan Struktur data yang terdapat pada diagram Warnier Orr ?
8. Jelaskan Struktur proses program dari Diagram Warnier Orr ?
9. Bagaimanakah contoh penyajian sistem diagram Warnier Orr?
10.Apakah yang dimaksud dengan diagram Jackson ?
11. Sebutkan dan jelaskan Notasi untuk komponen Hirarki dalam Notasi Jackson ?
12. Sebutkan dan jelaskan komponen Hirarki dalam Notasi Jackson?

1.3. TUJUAN MAKALAH

1. Mahasiswa akan mengetahui konsep dasar structure chart (bagan terstruktur) sebagai alat
untuk menggambarkan hirarki dari sistem yang sedang dikembangkan.
2. Mahasiswa diharapkan dapat membuat structure chart.
3. Mahasiswa mengetahui kelebihan dan kekurangan structure chart.
4. Mahasiswa mengetahui konsep dasar diagram Warrier/Orr dan metode Jackson sebagai alat
untuk menggambarkan hirarki dari sistem yang dikembangkan.
5. Mahasiswa mengetahui perbedaan antara diagram Warrier/Orr dan metode Jackson.
6. Mahasiswa diharapkan dapat mebuat diagram Warrier/Orr dan metode Jackson.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.Pengenalan Structure Chart
Struktur chart berfungsi untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan organisasi dari sistem informasi secara berjenjang dalam bentuk modul dan submodul. Struktur chart juga menunjukkan hubungan elemen data dan elemen kontrol antara hubungan modulnya. Struktur chart dapat memberikan penjelasan lengkap dari sistem dipandang dari elemen data, elemen kontrol, modul dan hubungan antar modul.
Sebuah bagan struktur menggambarkan
• ukuran dan kompleksitas sistem, dan
• sejumlah fungsi mudah dikenali dan modul dalam fungsi masing-masing dan
• apakah setiap fungsi diidentifikasi adalah entitas dikelola atau harus dipecah menjadi komponen yang lebih kecil.
Sebuah bagan struktur juga digunakan untuk diagram elemen terkait yang terdiri dari aliran run atau thread. Hal ini sering dikembangkan sebagai diagram hirarkis , tetapi representasi lain diijinkan. Representasi harus menjelaskan rincian dari sistem konfigurasi ke subsistem dan tingkat terendah dikelola. Sebuah bagan struktur yang akurat dan lengkap adalah kunci untuk penentuan item konfigurasi, dan representasi visual dari sistem konfigurasi dan antarmuka internal. Selama proses konfigurasi kontrol, bagan struktur digunakan untuk mengidentifikasi dan artefak yang terkait bahwa perubahan yang diusulkan dapat mempengaruhi.

Menurut Wolber (2009), “bagan struktur dapat dikembangkan dimulai dengan menciptakan struktur, yang menempatkan akar pohon terbalik yang membentuk bagan struktur. Langkah selanjutnya adalah konsep utama sub-tugas yang harus dilakukan oleh program untuk memecahkan masalah. Selanjutnya, programmer berfokus pada setiap tugas sub-individual, dan mengkonseptualisasikan bagaimana masing-masing dapat dipecah menjadi tugas yang lebih kecil. Akhirnya, program ini dipecah ke titik di mana daun pohon merupakan metode sederhana yang dapat dikodekan dengan hanya beberapa laporan program.
Struktur chart umumnya dipakai dalam perencanaan top-down programming (Alat bantu ini sering juga disebut hirarki atau tingkatan, atau chart atau visual table of contents-VTOC). Pada saat ini tidak ada standar yang digunakan dalam struktur chart, dan teknik yang akan dikemukakan dibawah ini, yang bekerja cukup baik,serta kenapa digunakan sebagai alat diambil dari berbagai variasi sumber.Modul direpresentasikan dengan kotak empat persegi, seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Contoh Struktur chart
CONTOH STRUCTURE CHART : PHP

2.2. Komponen Stucture Chart
Produk dari Perancangan Terstruktur adalah Structure Chart yang memperlihatkan komponen-komponen prosedural program, pengaturan hierarkinya dan data yang menghubungkan komponen-komponen tersebut.

2.3. Model Bagan Terstruktur
Bagan terstruktur adalah mendefinisikan dan Mengilustrasikan Organisasi dari sistem informasi secara berjenjang dalam bentuk modul dan submodul.

Contoh Bagan Terstruktur dari suatu sistem penggajian :

Gambar Ilustrasi ini adalah hirarki grafik yang merepresentasikan data yang lewat di antara dua modul. Ketika Pay_Bill modul dijalankan, pseudocode memeriksa apakah sudah membayar tagihan dengan pencarian bukti pembayaran (mengeksekusi Search_Receipt). Jika penerimaan tidak ditemukan maka akan mengeksekusi Give_Money_To_Debt_Collector modul untuk menyelesaikan pekerjaan.

Terdapat dua model bagan terstruktur yaitu :
2.3.1. Transformed center, bagan menggambarkan sistem dalam cabang utama, yaitu :
• Cabang Input yang merupakan cabang yang akan menerima input dan menentukan status input untuk siap di proses
• Cabang Proses yang merupakan cabang yang akan melakukan fungsi utama dari sistem, yaitu memproses input yang dikirim dari cabang input
• Cabang Output, merupakan cabang yang akan memformat data menjadi output

B
A
A

B

Contoh : gambar Transformed center

2.3.2 Transaction centered, bagan ini menggambarkan suatu sistem yang
menangani beberapa tipe transaksi yang mempunyai jalur berbeda.
• Seringkali diagram arus data menggambarkan suatu sistem yang menangani beberapa tipe transaksi yang mempunyai jalur yang berbeda.
• Diagram tersebut mungkin akan sulit dipilah‐pilah berdasarkan transformasinya.
• Untuk diagram alur data tersebut, dapat dibuat bagan terstruktur model transaction‐center.

Contoh : gambar Transaction centered
2.4. LEXICAL INCLUSION
Lexical inclusion adalah bentuk penggambaran secara logika di mana suatu
modul berada di dalam modul yang lainnya. Pada contoh berikut ini, tipe
transaksi dispatch merupakan modul yang sangat sederhana. Modul tersebut
hanya berisi keputusan ke mana proses akan diarahkan. Oleh karena itu
modul ini dapat digabungkan pada modul proses pesanan.
Proses verifikasi dalam Lexical inclusion merupakan proses yang dilakukan dengan menggunakan sebuah aplikasi yang kemudian kita sebut sebagai Dispatcher. Pada dasarnya aplikasi dispatcher seperti aplikasi yang mengumpulkan dan memilah semua data dari berbagai sumber yang digunakan Perguruan Tinggi. Ibarat sebuah loket penerimaan, aplikasi dispatcher akan memilah data mana yang benar sehingga langsung bisa dieksekusi dan data mana saja yang perlu dikembalikan untuk diperbaiki terlebih dahulu oleh Perguruan Tinggi yang bersangkutan.
Untuk mengakses aplikasi Dispatcher, anda membutuhkan aplikasi web browser seperti internet explorer, chrome ataupun mozilla firefox. Kemudian masukkan alamat url http://pdpt.dikti.go.id/dispatch/v2.0/ dan anda akan menemui tampilan login seperti tampak pada gambar dibawah ini

Gambar . Tampilan Login Dispatcher

Masukkan user id (no 1) dan password (no 2) yang diberikan DIKTI kepada setiap perguruan tinggi dan kemudian tekan tombol login (no 3). Saat ini default user dan password dispatcher setiap perguruan tinggi sama dengan user dan password aplikasi Panduan Pelaporan PDPT di gambar.
Anda bisa merubahnya atau tetap membiarkannya sama dengan user dan password yang ada di evaluasi. Setelah login anda diterima, maka akan muncul di layar tampilan utama aplikasi dispatcher seperti dibawah ini. Bagian no 4, menunjukkan identitas user yang sedang log in. No 5 menunjukkan menu utama yang dapat diakses oleh perguruan tinggi dimana user bersangkutan berada. Bagian no 6, menerangkan setiap menu dan sub menu yang dipilih oleh user.

Gambar : Tampilan Menu Utama Dispatcher

BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Diagram Warnier Orr (W/O) & Diagram Jackson
Sebuah diagram Warnier / Orr (juga dikenal sebagai konstruksi logis dari sistem program /) adalah sejenis hirarkis flowchart yang memungkinkan deskripsi organisasi data dan prosedur. Mereka awalnya dikembangkan di Perancis oleh Jean-Dominique Warnier dan di Amerika Serikat oleh Kenneth Orr . Metode ini membantu rancangan struktur program dengan mengidentifikasi hasil output dan pengolahan dan kemudian bekerja mundur untuk menentukan langkah-langkah dan kombinasi dari masukan yang diperlukan untuk menghasilkan mereka. Metode grafis sederhana yang digunakan dalam Warnier / Orr diagram membuat tingkat dalam sistem jelas dan pergerakan data yang di antara mereka hidup.
Elemen Dasar
Warnier / Orr diagram menunjukkan proses dan urutan di mana mereka dilakukan. Setiap proses didefinisikan secara hirarkis yakni terdiri dari set subproses, yang mendefinisikannya. Pada setiap tingkat, proses ini ditunjukkan dalam braket bahwa kelompok-kelompok komponennya. Karena proses dapat memiliki subproses yang berbeda, Warnier / Orr diagram menggunakan satu set kurung untuk menunjukkan setiap tingkat dari sistem. Faktor penting dalam s / w definisi dan pengembangan adalah iterasi atau pengulangan dan perubahan. Warnier / Orr diagram menunjukkan hal ini dengan sangat baik.
Menggunakan Warnier / Orr diagram
Untuk mengembangkan diagram Warnier / Orr, analis bekerja mundur, mulai dengan output sistem dan menggunakan hasil analisis berorientasi. Di atas kertas, bergerak pengembangan dari kanan ke kiri. Pertama, output dimaksudkan atau hasil dari proses tersebut didefinisikan. Pada tingkat berikutnya, yang ditunjukkan oleh inklusi dengan braket, langkah-langkah yang diperlukan untuk menghasilkan output didefinisikan. Setiap langkah pada gilirannya ditetapkan lebih lanjut. Tambahan kurung kelompok proses yang diperlukan untuk memproduksi hasil pada tingkat berikutnya.
Warnier / Orr diagram menawarkan beberapa keuntungan yang berbeda dengan ahli sistem. Mereka sederhana dalam penampilan dan mudah dimengerti. Namun mereka adalah alat desain yang kuat. Mereka memiliki keuntungan untuk menunjukkan pengelompokan proses dan data yang harus dilalui dari tingkat ke tingkat. Selain itu, urutan bekerja mundur memastikan bahwa sistem akan berorientasi hasil. Metode ini berguna untuk kedua data dan definisi proses. Hal ini dapat digunakan untuk masing-masing secara independen, atau keduanya dapat dikombinasikan pada diagram yang sama.
Constructs di Warnier / Orr diagram
Ada empat konstruksi dasar yang digunakan pada Warnier / Orr diagram: hirarki, urutan, pengulangan, dan pergantian. Ada juga dua konsep yang sedikit lebih maju yang kadang-kadang diperlukan: concurrency dan rekursi.
Hierarchy
Hirarki adalah yang paling mendasar dari semua Warnier / Orr konstruksi. Ini hanyalah sekelompok bersarang set dan subset sebagai satu set tanda kurung bersarang. Setiap braket pada diagram (tergantung pada bagaimana Anda mewakili, karakter biasanya lebih seperti penjepit “{” dari braket “[“, tapi kami menyebutnya “kurung”) merupakan satu tingkat hirarki. Hirarki atau struktur yang diwakili pada diagram dapat menunjukkan organisasi data atau pengolahan. Namun, kedua data dan pengolahan tidak pernah ditampilkan pada diagram yang sama.
Urutan
Urutan adalah struktur paling sederhana untuk menunjukkan pada diagram Warnier / Orr. Dalam satu tingkat dari hirarki, fitur yang terdaftar akan ditampilkan dalam urutan di mana mereka terjadi. Dengan kata lain, langkah yang terdaftar pertama adalah yang pertama yang akan dieksekusi (jika diagram mencerminkan proses), sedangkan langkah terdaftar terakhir adalah yang terakhir yang akan dieksekusi. Demikian pula dengan data, data lapangan yang terdaftar pertama adalah yang pertama yang ditemui ketika melihat data, data lapangan yang terdaftar terakhir adalah yang terakhir ditemui.
Pengulangan
Pengulangan adalah representasi dari “lingkaran” klasik dalam hal pemrograman. Hal ini terjadi setiap kali set data yang sama terjadi berulang-ulang (untuk struktur data) atau setiap kali kelompok yang sama adalah tindakan terjadi berulang-ulang (untuk struktur pengolahan). Pengulangan ditunjukkan dengan menempatkan satu set nomor di dalam kurung di bawah set mengulangi.
Biasanya ada dua angka yang tercantum dalam tanda kurung, yang mewakili paling sedikit dan paling banyak kali set akan mengulangi. Dengan konvensi huruf pertama dari himpunan mengulangi adalah huruf yang dipilih untuk mewakili maksimal.
Sementara minimum dan maksimum terikat terikat secara teknis bisa apa saja, mereka yang paling sering baik “(1, n)” seperti pada contoh, atau “(0, n).” Ketika digunakan untuk menggambarkan pengolahan, “(1, n)” pengulangan klasik dikenal sebagai loop “DoUntil”, sedangkan “(0, n)” pengulangan disebut “DoWhile” loop. Pada diagram Warnier / Orr, bagaimanapun, tidak ada perbedaan antara dua jenis pengulangan, selain nilai terikat minimum.
Pada kesempatan, minimum dan maksimum yang telah ditetapkan terikat dan tidak mungkin untuk berubah: misalnya set “Hari” terjadi dalam “Bulan” set 28-31 kali (sejak bulan terkecil memiliki 28 hari, bulan terbesar, 31) . Hal ini tidak mungkin untuk berubah. Dan pada kesempatan, minimum dan maksimum yang ditetapkan pada nomor yang sama.
Secara umum, meskipun, itu adalah ide yang buruk untuk “kode keras” konstan selain” 0 “atau” 1 “di sejumlah kali klausul-desain harus cukup fleksibel untuk memungkinkan perubahan jumlah kali tanpa perubahan untuk desain. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki 38 karyawan pada saat desain dilakukan, keras pengkodean “38” sebagai “jumlah karyawan” dalam perusahaan tentu saja tidak akan sefleksibel merancang “(1, n)”.
Jumlah klausa kali selalu operator melekat pada beberapa set (yaitu, nama beberapa braket), dan tidak pernah melekat pada elemen (fitur diagram yang tidak terurai menjadi fitur yang lebih kecil). Alasan untuk ini akan menjadi lebih jelas karena kami terus bekerja dengan diagram. Untuk saat ini, Anda harus menerima hal ini sebagai aturan formasi untuk diagram yang benar.
Alternatif
Alternatif, atau seleksi, adalah tradisional “keputusan” proses dimana penentuan dibuat untuk menjalankan satu proses atau yang lain. The Exclusive OR simbol (tanda plus dalam lingkaran) menunjukkan bahwa set langsung di atas dan di bawahnya saling eksklusif (jika ada yang hadir yang lain tidak). Diagram ini menunjukkan bahwa Karyawan adalah baik Manajemen maupun Non-Manajemen, salah satu Karyawan tidak bisa menjadi keduanya. Hal ini juga diperbolehkan untuk menggunakan “bar negasi” atas sebuah alternatif dalam cara yang mirip dengan notasi rekayasa. Bar dibaca dengan hanya menggunakan kata “tidak”.
Alternatif tidak harus biner seperti pada contoh sebelumnya, tetapi mungkin banyak-jalan alternatif.
Concurrency
Concurrency adalah salah satu dari dua konstruksi canggih yang digunakan dalam metodologi. Hal ini digunakan setiap kali urutan penting. Misalnya, tahun dan minggu beroperasi secara bersamaan (atau pada waktu yang sama) dalam kalender kami. Operator concurrency jarang digunakan dalam desain program (karena kebanyakan bahasa tidak mendukung pemrosesan konkuren benar pula), tetapi tidak ikut bermain saat menyelesaikan bentrokan struktur data logis dan fisik.
Rekursi
Rekursi adalah yang paling digunakan pada konstruksi. Hal ini digunakan untuk menunjukkan bahwa satu set berisi lebih awal atau versi yang kurang memerintahkan dirinya sendiri. Dalam “bill of material” klasik komponen masalah komponen dan sub-komponen. Sub-komponen juga mengandung sub-sub-komponen, dan sebagainya. Braket dua kali lipat menunjukkan bahwa himpunan adalah rekursif. Struktur data yang benar-benar rekursif agak jarang.

3.2. OPERATOR DALAM W/O
W/O adalah metodologi yang dikembangkan oleh Jean Doimininique Warnier pada awal tahun 1970-an dan dikembangkan lebih lanjut oleh Ken Orr. W/O mirip dengan hierarchy chart yang dibuat secara vertikal dan dikembangkan secara horisontal.
Diagram Warnier orr (W/O): Adalah diagram yang menyerupai diagram berjenjang diputar dan menggambarkan arus logika serta struktur dari datanya. Simbol utama yang digunakan oleh diagram W/O adalah kurung kurawal “ { “ (brace) yang digunakan untuk mengelomokkan modul-modul yang ditunjukkan oleh “{“ yang disebut universal. Operator W/o meliputi : Å yang berarti XOR (Exclusive OR), yaitu A atau B tetapi tidak keduanya; + berarti OR (Inclusive OR), A atau B atau keduanya; /, *, – , + adalah operator aritmatik dan proses berarti Not.
Simbol Arti
XOR (exlusive OR)
+ OR (inclusive OR)
/,*,-,+ Operator aritmetika
proses NOT
Tabel 2.1. Warnier/Orr

3.3 Struktur Data yang menggunakan W/O
STRUKTUR DATA MENGGUNAKAN DIAGRAM W/O
Prinsip kunci dari metodologi W/O adalah desain dari struktur program yg tertulis dilengkapi dengan struktur datanya. Diagram W/O dapat menggambarkan struktur data yangberbentuk:
3.3.1. Struktur Data Urut (Sequential)
1. STRUKTUR PROSES URUT
Struktur Proses Urut adalah masing – masing instruksi diproses urut satu dengan yang lainnya. Ada dua macam teknik pencarian yaitu pencarian sekuensial (sequential search) dan pencarian biner (binary search). Perbedaan dari dua teknik ini terletak padakeadaan data. Pencarian sekuensial digunakan apabila data dalam keadaan acak atautidak terurut. Sebaliknya, pencarian biner digunakan pada data yang sudah dalam keadaan urut.
2. PENCARIAN BERURUTAN (SEQUENTIAL SEARCH )
Algoritma pencarian dapat dijelaskan sebagai berikut : Pencarian dimulai daridata paling awal, kemudian ditelusuri dengan menaikkan indeks data, apabila data samadengan kunci pencarian dihentikan dan diberikan nilai pengembalian true, apabilasampai indeks terakhir data tidak ditemukan maka diberikan nilai pengembalian false.Ilustrasi dari algoritma pencarian biner adalah sebagai berikut : Kunci=3
12 35 9 11 3 17 23 15 31 2012 35 9 11 3 17 23 15 31 2012 35 9 11 3 17 23 15 31 2012 35 9 11 3 17 23 15 31 2012 35 9 11 3 17 23 15 31 20
Data[4]
=3 sama dengan kunci=3 maka data ditemukan dan diberikan nilai pengembalian i (posisi) dan proses dihentikan. Apabila data tidak ditemukan, maka fungsi akan mengembalikan nilai -1
i=0i=1i=2i=3i=0

3.3.2. Struktur Data Repetisi (Repetisi)
Struktur Proses Repetisi adalah struktur proses yg mengulang instruksi program berulang kali.

3.3.3. Struktur Data Seleksi (Seleksi)
Struktur Proses Seleksi merupakan struktur proses yang menggunakan instruksi penyeleksian kondisi.

3.4 Struktur Program Menggunakan W/O

Struktur Proses Urut adalah masing – masing instruksi diproses urut satu dengan yang lainnya.

STRUKTUR
3.5 Diagram Jackson /JACKSON STRUCTURED DESIGN (JSD)
JSD (Jackson Structured Design) diagram telah digunakan untuk berbagai aspek dari analisis tugas dan notasi dialog. Seperti halnya flow chart, JSD memiliki kelebihan dalam hal model ini telah dikenal luas oleh para programer.

Pendekatan JSD dimulai dengan membangun suatu model dari dunia nyata (real world) yg menyediakan subyek-subyek permasalahan dari sistem Fungsi dari system kemudian ditambahkan ke dalam model dunia nyata ini. Dunia nyata dijelaskan dalam bentuk kejadian-kejadian yg terjadi dalam suatu urutan waktu tertentu. JSD lebih tepat digunakan untuk sistem yang sifatnya dinamik, yaitu dimensi waktu merupakan faktor penting disbanding sistem yg statis.
Dunia nyata di JSD dapat berupa kesatuan (entitas) dan tindakannya (action) JSD mempunyai enam prosedur utama untuk mengembangkan sistem, yaitu sbb :
Digunakan untuk berbagai aspek dari analisis tugas dan notasi dialog, misal :

Diagram JSD di atas terbagi menjadi tiga bagian yaitu LOGIN, TRANSACTION dan LOGOUT. Urutan pengoperasiannya berjalan dari kiri ke kanan. Tanda asterik (*) merepresentasikan iterasi atau pengulangan. Tanda (o) merepresentasikan pilihan atau opsional

BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Suatu perkembangan sistem informasi kadang-kadang disebut sebagai ‘Bagan Terstruktur (Structure Chart) apabila langkah-langkah perkembangan sistem informasi klasik benar-benar diikuti serta apabila beberapa peralatan yang sesuai (yang dikenal sebagai peralatan terstruktur) digunakan pula dalam langkah-Iangkah tersebut. Namun demikian metodologi terstruktur pada umumnya mengacu pada strategi yang dapat menghasilkan sistem informasi yang baik. Seperti pada pendekatan klasik strategi itu memberikan perhatian penuh pada fase disaein dan fase analisis perkembangan sistem. Di samping itu dalam strategi ini juga digunakan konsep tahap-tahap perkembangan sistem informasi.
Untuk sistem informasi, tujuan utama suatu metodologi perkembangan sistem terstruktur adalah untuk menghasilkan sistem informasi serta menggunakan prosedur dan dokumentasi yang baku dan jelas pula. Sistem informasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: mudah diterima, dapat didokumentasikan dengan baik, dapat diuji dengan baik, kohesif, kompatibel, ekonomis, efisien, mudah dilaksanakan, fleksibel, hierarkis, mudah perawatannya, modular, lebihreliabel, mudah diperiksa, sederhana, tepat, seragam, mudah pemakaiannya, mempunyai rata-rata perkembangan yang cepat, serta mempunyai rangkaian yang rendah. Dalam pendekatan terstruktur yang menggunakan model fisik maupun logika sistem modeling sangat penting.
Algoritma, metode, metodologi, strategi, teknik, dan peralatan merupakan beberapa istilah yang berhubungan dengan proses perkembangan terstruktur.

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/Structure_chart

http://www.sqa.org.uk/e-learning/SDPL04CD/page_09.htm

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=16&cad=rja&ved=0CDgQFjAFOAo&url=http%3A%2F%2Fgo-sharing.com%2Fmedia%2Fdokumen%2FPerhatikan%2520Bagan%2520Terstruktur.doc&ei=guqfUKzoFMrVrQfboYCADw&usg=AFQjCNF1o483zcrZtan5sjD2ppUyWo-PPg.

http://id.scribd.com/

http://www.portalhr.com/tips/2id20.html

http://www.google.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: